Dan bagaimana bila anda merasa tdk dpt "mengungkapkan"
tetapi sesungguhnya itu terasa sangat "menyakitkan"
Lalu setelahnya anda hanya dpt "bertahan" untuk bisa menanti sebuah "keajaiban"
Yang mana anda selalu berharap ia dtng kpdmu untuk "mengatakan" sesuatu yang sesungguhnya ingin anda "dengarkan"
Dan terlepas dari itu anda selalu "berfikiran" bahwa sangat tidak pantas apabila anda yang "melakukan"
Yang hanya bergantung pada "penilaian" dasar anda tentang siapa yang lebih pantas "melakukan" itu semua.
Maka bersiaplah anda untuk "merasakan" seperti apa menunggu sebuah "keajaiban"
Yang sesungguhnya tidak akan terjadi hanya karena "pikiran" dan "penilaian" anda
Yang selalu berharap ia "melakukan" apa yang selama ini anda "harapkan"
Yang mana anda selalu berharap ia dtng kpdmu untuk "mengatakan" sesuatu yang sesungguhnya ingin anda "dengarkan"
Dan terlepas dari itu anda selalu "berfikiran" bahwa sangat tidak pantas apabila anda yang "melakukan"
Yang hanya bergantung pada "penilaian" dasar anda tentang siapa yang lebih pantas "melakukan" itu semua.
Maka bersiaplah anda untuk "merasakan" seperti apa menunggu sebuah "keajaiban"
Yang sesungguhnya tidak akan terjadi hanya karena "pikiran" dan "penilaian" anda
Yang selalu berharap ia "melakukan" apa yang selama ini anda "harapkan"
menunggu seseorang yang sekiranya hanya bisa datang dengan sebuah keajaiban
BalasHapuswow banget bro...
BalasHapuskenapa tidak dengan memulai? bukankah lebih baik memulai daripada menunggu? bukankah lebih baik melakukan daripada berharap?
BalasHapusiya juga sih gan..haha
BalasHapus